Arsip

Archive for the ‘Kesehatan’ Category

Bayi Betpose saat USG 4D

Kemaren saya sedang santai baca-baca, and then menemukan suatu artikel yang menarik. Owen Skeffington adalah nama bayi yang baru saja dilahirkan sempat menjadi pemberitaan di media, dikarenakan “pose”nya saat terekam dalam pemeriksaan USG 4D oleh dokter kandungan.

Pada bulan Agustus 2009, pada usia kehamilan 27 minggu, Kelly Winder -ibu dari Owen Skeffington- memeriksakan diri secara rutin ke Royal Preston Hospital. Saat itu dokter mendapati bahwa tangan dan jari si janin sedang menunjukkan “seperti angka dua” atau tanda V (victory sign).

Dokter yang memeriksa pun langsung meminta persetujuan orang tua Owen untuk mengabadikan gambar tersebut, dan bahkan mencetaknya untuk kemudian dipajang di dinding ruang prakteknya (agar pasien lain dapat tersenyum atau bahkan tertawa ketika melihat gambar tersebut).

Owen Skeffington

Sang ayah, bernama Owen juga, sempat melontarkan joke, “Untung saja bayi kami tidak keluar dengan 2 jari keatas”. Yang pasti bayi Owen sudah menjadi anak ketiga (kedua kakaknya adalah kembar) dari pasangan berbahagia tersebut.

Jadi, waktu mom-soon-to-be menjalani pemeriksaan USG, coba intiplah sapa tahu bayi Anda sedang berpose lucu, hehehe..

Categories: Kesehatan

Berapa Porsi Tepat Konsumsi Garam Sehari?

Januari 15, 2010 1 komentar

Ada lima cara sederhana untuk mengurangi garam dalam makanan sehari-hari.

Tak lengkap rasanya menyantap makanan tanpa penyedap rasa yang satu ini. Garam atau disebut juga sodium membuat cita rasa makanan makin lezat. Hampir setiap makanan yang kita santap mengandung garam.

Terlalu banyak garam dalam makanan memicu meningkatnya tekanan darah, yang merupakan sumber penyakit seperti diabetes, stroke, jantung. Asupan garam yang terlalu banyak dituding sebagai penyebab kegemukan, karena sodium mengikat lemak dalam tubuh.

Dari hasil penelitian, sebagian besar penduduk dunia mengkonsumsi sodium dua kali lipat daripada nilai yang dianjurkan yaitu 2.300 miligram atau satu sendok teh perhari. Studi yang dirilis dalam British Journal menyebutkan, mengurangi asupan sodium akan menurunkan potensi penyakit kardiovaskular  25-30 persen.

Ada lima cara untuk mengurangi garam dalam makanan sehari-hari:
1. Jangan Tambahkan Garam Jika Tidak Perlu
Pada saat merebus pasta atau kentang, jangan tambahkan garam. Lebih baik menambahkan garam pada makanan sebelum disajikan. Memberi garam saat paling akhir akan memberi rasa yang kuat sehingga Anda tak perlu memasukkan banyak garam dan akan tetap terasa dalam setiap suapan.

2. Gunakan Garam Laut
Biasakan memakai garam laut yang memiliki kristal unik dan memiliki kandungan sodium yang lebih banyak dibandingkan sodium biasa. Penggunaan garam laut yang lebih asin dan kaya rasa membuat Anda tak perlu memasukkan garam berlebihan selama memasak kata Kyle Shadix, Direktur Nutrisi dan Kuliner di New York.

3. Gunakan Bahan Baku Segar
Gunakan bahan masakan yang segar dalam masakan. Bahan makanan segar membutuhkan lebih sedikit garam daripada makanan beku atau kaleng. Jika sempat, membuat pasta dan saus sendiri mengurangi asupan garam dalam makanan. Memasak sayuran dan kacang-kacangan segar lebih baik dibandingkan kacang kalengan dan sayuran beku.

4. Gunakan Makanan Kaleng Seperlunya
Makanan segar yang Anda simpan di lemari pendingin jauh lebih baik daripada makanan kaleng yang mengandung sodium.

Sebelum mengolah makanan beku yang mengandung garam, cuci bahan makanan agar mengurangi garam yang terkandung di dalamnya. Jika ingin mengikuti resep dalam makanan kaleng, sebaiknya kurangi porsi garam, karena bahan makanan ini telah mengandung garam.

5. Pilihlah Produk Rendah Sodium
Perhatikan label makanan yang Anda gunakan memasak. Produk makanan rendah sodium (low sodium) biasanya mengandung paling tinggi 140 miligram sodium per 100 gram makanan (sekitar 336 miligram per cangkir saji).

Makanan dengan sodium lebih rendah (lower sodium) biasanya mengandung 25 persen sodium lebih rendah daripada yang yang dianjurkan.

• VIVAnews

Categories: Kesehatan

PANTANGAN MAKANAN IBU HAMIL

Desember 8, 2009 1 komentar

Banyak pertanyaan di kalangan ibu hamil tentang makanan apa saja yang boleh dan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan, dan kenapa?

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan karena mereka dapat menyebabkan infeksi-infeksi seperti: salmonella, toksoplasmosis, listeria, E.coli, yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan anda.

• Jangan makan daging mentah (sushi) atau yang dimasak kurang matang, karena mengandung Toksoplasmosis. Sebuah parasit yang dapat menyebabkan infeksi serius pada janin anda dan juga E.coli yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

Toksoplasmosis terdapat pada sayuran yang tidak dicuci dengan baik, oleh karena itu bersihkan sayuran anda dengan baik, apalagi untuk salad atau lalapan yang dimakan mentah. Hindari juga kotoran kucing atau bermain-main dengan kucing selama kehamilan karena mengandung toksoplasmosis.

Jangan makan daging ayam dan telur yang dimasak kurang matang atau mentah, hindari makan hati ayam/daging yang mungkin sumber dari salmonella, yang dapat menyebabkan diare yang berat pada ibu hamil. Juga diperhatikan piring, alat-alat masakan yang terkena daging ayam mentah ini untuk dicuci.

Ikan tuna steak, ikan sea bass, shark, atau ikan-ikan berukuran besar yang diketahui mengandung tingkat mercuri yang tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan saraf jika dimakan dalam jumlah besar. FDA rekomendasi ikan tuna dan ikan ukuran besar ini sebatas 12 ons perminggu

Keju lunak seperti brie dan camembert, blueveined cheese juga keju dari susu kambing dan domba, serta jangan minum susu yang tidak di-pasteurisasi. Semua produk ini mempunyai resiko membawa listeria. Listeria tipe bakteri yang mampu menembus plasenta dan menyebabkan infeksi janin, pada dewasa tidak ada gejala atau seperti flu. Listeria dapat menyebabkan keguguran, kelahiran premature, dan keracunan dalam darah. Sebaiknya hindari makanan jenis ini sampai melahirkan bayi anda.

• Jangan minum yang mengandung alkohol dapat menyebabkan kelainan perkembangan pada janin ada juga problem emosional pada bayi.

Minuman yang mengandung cafein seperti kopi, teh sebaiknya dihindari atau dibatasi karena kopi dapat mempengaruhi berat badan rendah pada bayi, keguguran dan juga cafein mengurangi penyerapan zat besi.

Ingatlah perkembangan bayi dalam kandungan anda tergantung dari apa yang anda makan selama kehamilan.

Categories: Kesehatan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.